Kamis, 13 September 2012


Observasi
Metode yang terpenting dalam psikologi adalah observasi dan wawancara. Kedua metode ini digunakan untuk penelitian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tetapi, observasi yang kita lakukan sehari-hari  dengan observasi yang dilakukan ilmuwan berbeda dalam segala hal. Kita mungkin tidak menyadari faktor-faktor yang membiaskan pengamatan kita dan kita jarang membuat catatan atau rekaman formal dari pengamatan kita. Tujuan utama metode observasional adalah untuk mendeskripsikan perilaku. Observasi menjadi sumber yang kaya bagi berbagai  hipotesis tentang perilaku. Observasi juga dapat menjadi langkah pertama dalam menemukan mengapa kita berperilaku dengan cara tertentu. Dalam observasi tidak boleh ada subyektifitas. Terdapat beberapa cara untuk menghindari subyektifitas, yaitu :
·         Tidak membuat penilaian, tetapi hanya mendeskripsikannya.
·         Mengacu pada teori dan mengkaitkan dengan teori yang sudah ada.
·         Peneliti jumlahnya harus lebih dari satu dan harus memiliki keterampilan dan pengalaman dalam melakukan penelitian ilmiah.
·         Gunakan instrumen penelitian dan data-data pendukung.
Syarat-syarat melakukan observasi :
  •  Ada teori
  •   Datanya empiris
  • Terukur (valid dan reliable)  
  •   Sistematis
Klasifikasi metode observasional
                Metode observasional dapat diklasifikasikan berdasarkan dua dimensi. Pemilahan pertama adalah antara “observasi dengan intervensi “ dan “observasi tanpa intervensi”. Dimensi yang kedua melibatkan metode pencatatan perilaku. Studi-studi observasi dapat dibedakan dalam kaitannya dengan apakah semua (atau hampir semua) perilaku dicatat atau apakah unit-unit perilaku tertentu saja yang dicatat.
Ø Observasi tanpa intervensi  (natural setting)
Tujuan observasi naturalistik adalah untuk  mendeskripsikan perilaku seperti yang terjadi secara normal dan meneliti hubungan diantara berbagai variabel. Observasi naturalistik membantu memantapkan validitas eksternal temuan-temuan laboratoris. Bila pertimbangan etik dan moral tidak memungkinkan dilakukannya kontrol eksperimental, observasi naturalistis menjadi strategi penelitian penting.

Ø  Observasi dengan intervensi 
Beberapa alasan mengintervensi observasi :
a.       Untuk mencetuskan atau menyebabkan terjadinya suatu kejadian yang jarang terjadi di alam atau biasanya terjadi dalam kondisi-kondisi yang sulit untuk diobservasi.
b.      Untuk meneliti batas-batas respons suatu organisme dengan melakukan variasi secara sistematis kualitas-kualitas sebuah kejadian yang merupakan stimulus.
c.       Untuk mendapatkan akses ke situasi atau kejadian yang pada umumnya tidak terbuka bagi observasi ilmiah.
d.      Untuk mengatur kondisinya sedemikian rupa sehingga kejadian-kejadian yang merupakan antesenden penting dapat dikontrol dan perilaku-perilaku yang menjadi konsekuensinya dapat diobservasi dengan mudah.
e.      Untuk menetapkan suatu perbandingan dengan memanipulasi satu variabel independen atau lebih untuk menetapkan efeknya pada perilaku.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam observasi :
·   Etika  à mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan
·   Intervensi yang berlebihan à tidak boleh sampai menyakiti atau melukai
·   Waktu penelitian à jangan sampai waktu penelitian terlalu lama


Daftar pustaka
Shaugnnessy, J.John , Zechmeister, B.Eugene, dan Zechmeister, S.Jeanne. 2007. Metodologi penelitian psikologi. Yogyakarta : Pustaka Belajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar