Observasi
Metode yang terpenting
dalam psikologi adalah observasi dan wawancara. Kedua metode ini digunakan
untuk penelitian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tetapi,
observasi yang kita lakukan sehari-hari
dengan observasi yang dilakukan ilmuwan berbeda dalam segala hal. Kita
mungkin tidak menyadari faktor-faktor yang membiaskan pengamatan kita dan kita
jarang membuat catatan atau rekaman formal dari pengamatan kita. Tujuan utama
metode observasional adalah untuk mendeskripsikan perilaku. Observasi menjadi
sumber yang kaya bagi berbagai hipotesis
tentang perilaku. Observasi juga dapat menjadi langkah pertama dalam menemukan
mengapa kita berperilaku dengan cara tertentu. Dalam observasi tidak boleh ada
subyektifitas. Terdapat beberapa cara untuk menghindari subyektifitas, yaitu :
·
Tidak membuat
penilaian, tetapi hanya mendeskripsikannya.
·
Mengacu pada
teori dan mengkaitkan dengan teori yang sudah ada.
·
Peneliti
jumlahnya harus lebih dari satu dan harus memiliki keterampilan dan pengalaman
dalam melakukan penelitian ilmiah.
·
Gunakan
instrumen penelitian dan data-data pendukung.
Syarat-syarat
melakukan observasi :
- Ada teori
- Datanya empiris
- Terukur (valid dan reliable)
- Sistematis
Klasifikasi
metode observasional
Metode observasional dapat
diklasifikasikan berdasarkan dua dimensi. Pemilahan pertama adalah antara
“observasi dengan intervensi “ dan “observasi tanpa intervensi”. Dimensi yang
kedua melibatkan metode pencatatan perilaku. Studi-studi observasi dapat
dibedakan dalam kaitannya dengan apakah semua (atau hampir semua) perilaku
dicatat atau apakah unit-unit perilaku tertentu saja yang dicatat.
Ø
Observasi tanpa intervensi (natural
setting)
Tujuan observasi
naturalistik adalah untuk
mendeskripsikan perilaku seperti yang terjadi secara normal dan meneliti
hubungan diantara berbagai variabel. Observasi naturalistik membantu
memantapkan validitas eksternal temuan-temuan laboratoris. Bila pertimbangan
etik dan moral tidak memungkinkan dilakukannya kontrol eksperimental, observasi
naturalistis menjadi strategi penelitian penting.
Ø Observasi dengan intervensi
Beberapa alasan mengintervensi observasi
:
a.
Untuk
mencetuskan atau menyebabkan terjadinya suatu kejadian yang jarang terjadi di
alam atau biasanya terjadi dalam kondisi-kondisi yang sulit untuk diobservasi.
b.
Untuk
meneliti batas-batas respons suatu organisme dengan melakukan variasi secara
sistematis kualitas-kualitas sebuah kejadian yang merupakan stimulus.
c.
Untuk
mendapatkan akses ke situasi atau kejadian yang pada umumnya tidak terbuka bagi
observasi ilmiah.
d.
Untuk
mengatur kondisinya sedemikian rupa sehingga kejadian-kejadian yang merupakan
antesenden penting dapat dikontrol dan perilaku-perilaku yang menjadi
konsekuensinya dapat diobservasi dengan mudah.
e.
Untuk
menetapkan suatu perbandingan dengan memanipulasi satu variabel independen atau
lebih untuk menetapkan efeknya pada perilaku.
Beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam observasi :
· Etika à mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak
boleh dilakukan
· Intervensi yang berlebihan à tidak boleh sampai menyakiti atau melukai
· Waktu penelitian à jangan sampai waktu penelitian terlalu lama
Daftar pustaka
Shaugnnessy,
J.John , Zechmeister, B.Eugene, dan Zechmeister, S.Jeanne. 2007. Metodologi penelitian psikologi.
Yogyakarta : Pustaka Belajar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar