Kamis, 20 September 2012


Review analisis jurnal  : selasa, 18 sept 2012
Jurnal 1 : post traumatic growth pada penderita penyakit kanker payudara
Terdapat 4 pertumbuhan pasca trauma penyakit kanker payudara
·         Peningkatan spiritualitas
·         Positive improvement in life
·         Proses sosial yang semakin meningkat
·         Relasi sosial semakin banyak

Saat didiagnosis, penderita akan lebih memikirkan makna dan tujuan hidup.
Hasilnya: hikmah yang dapat diambil adalah post traumatic growth didefinisikan sebagai pengalaman perubahan yang positif.

Jurnal  2 : REALITAS  CINTA DIMATA REMAJA PEREMPUAN
Jurnal ini membahas tentang persepsi cinta dikalangan remaja setelah menonton film Ada Apa Dengan Cinta (AADC). Permasalahan yang dipaparkan Peneliti adalah sebagai berikut :
ž  Bagaimana seorang remaja belajar dan percaya akan apa yang disajikan oleh media?
ž  Bagaimana proses kultivasi tersebut terjadi?
ž  Melihat posisi remaja tersebut sebagai reader media.
Perceived reality adalah ukuran seberapa jauh anak – anak menerima apa yang mereka lihat di televisi sebagai hal yang nyata atau reflektif terhadap hidup mereka (Jeffres, 1997:185).  Teori Kultivasi melibatkan proses belajar dan kontruksi dari pandangan menganai relita sosial yang bergantung pada keadaan pribadi dan pengalaman setiap individu dan juga keanggotaan dalam kelompok. Ia juga dilihat dalam proses interaktif antara pesan dan khalayaknya.


Interpretasi 
Sebagai anak remaja yang masih berusia 18 tahun, informan memang masih mengalami kelabilan dalam menentukan karakter dirinya. Secara psikologis, aspek kognitif dalam dirinya memang masih mengalami pancaroba, sebuah masa ketika dirinya masih mencari kepastian akan wujud dan jati diri. Ini membuat informan menjadi lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan, baik yang datang dari keluarga, sekolah, teman sepermainan maupun dari media.

Jurnal 3 : mitos-mitos mengenai ibu hamil yang berkembang di Aceh
Permasalahan : apakah mitos-mitos mengenai ibu hamil yang berkembang di Aceh terbukti?
Landasan teori  :
·         Mitos à sistem kepercayaan dari kelompok manusia yang menjelaskan cerita-cerita     yang suci, yang berkaitan dengan masa lalu.
·         Kehamilan à rangkaian peristiwa yang baru terjadi bila ovum dibuahi dan pembuahan ovum akhirnya berkembang menjadi janin.

Interpretasi : Ternyata ibu-ibu hamil di Aceh masih mempercayai mitos-mitos yang berkembang.




Kamis, 13 September 2012


Observasi
Metode yang terpenting dalam psikologi adalah observasi dan wawancara. Kedua metode ini digunakan untuk penelitian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tetapi, observasi yang kita lakukan sehari-hari  dengan observasi yang dilakukan ilmuwan berbeda dalam segala hal. Kita mungkin tidak menyadari faktor-faktor yang membiaskan pengamatan kita dan kita jarang membuat catatan atau rekaman formal dari pengamatan kita. Tujuan utama metode observasional adalah untuk mendeskripsikan perilaku. Observasi menjadi sumber yang kaya bagi berbagai  hipotesis tentang perilaku. Observasi juga dapat menjadi langkah pertama dalam menemukan mengapa kita berperilaku dengan cara tertentu. Dalam observasi tidak boleh ada subyektifitas. Terdapat beberapa cara untuk menghindari subyektifitas, yaitu :
·         Tidak membuat penilaian, tetapi hanya mendeskripsikannya.
·         Mengacu pada teori dan mengkaitkan dengan teori yang sudah ada.
·         Peneliti jumlahnya harus lebih dari satu dan harus memiliki keterampilan dan pengalaman dalam melakukan penelitian ilmiah.
·         Gunakan instrumen penelitian dan data-data pendukung.
Syarat-syarat melakukan observasi :
  •  Ada teori
  •   Datanya empiris
  • Terukur (valid dan reliable)  
  •   Sistematis
Klasifikasi metode observasional
                Metode observasional dapat diklasifikasikan berdasarkan dua dimensi. Pemilahan pertama adalah antara “observasi dengan intervensi “ dan “observasi tanpa intervensi”. Dimensi yang kedua melibatkan metode pencatatan perilaku. Studi-studi observasi dapat dibedakan dalam kaitannya dengan apakah semua (atau hampir semua) perilaku dicatat atau apakah unit-unit perilaku tertentu saja yang dicatat.
Ø Observasi tanpa intervensi  (natural setting)
Tujuan observasi naturalistik adalah untuk  mendeskripsikan perilaku seperti yang terjadi secara normal dan meneliti hubungan diantara berbagai variabel. Observasi naturalistik membantu memantapkan validitas eksternal temuan-temuan laboratoris. Bila pertimbangan etik dan moral tidak memungkinkan dilakukannya kontrol eksperimental, observasi naturalistis menjadi strategi penelitian penting.

Ø  Observasi dengan intervensi 
Beberapa alasan mengintervensi observasi :
a.       Untuk mencetuskan atau menyebabkan terjadinya suatu kejadian yang jarang terjadi di alam atau biasanya terjadi dalam kondisi-kondisi yang sulit untuk diobservasi.
b.      Untuk meneliti batas-batas respons suatu organisme dengan melakukan variasi secara sistematis kualitas-kualitas sebuah kejadian yang merupakan stimulus.
c.       Untuk mendapatkan akses ke situasi atau kejadian yang pada umumnya tidak terbuka bagi observasi ilmiah.
d.      Untuk mengatur kondisinya sedemikian rupa sehingga kejadian-kejadian yang merupakan antesenden penting dapat dikontrol dan perilaku-perilaku yang menjadi konsekuensinya dapat diobservasi dengan mudah.
e.      Untuk menetapkan suatu perbandingan dengan memanipulasi satu variabel independen atau lebih untuk menetapkan efeknya pada perilaku.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam observasi :
·   Etika  à mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan
·   Intervensi yang berlebihan à tidak boleh sampai menyakiti atau melukai
·   Waktu penelitian à jangan sampai waktu penelitian terlalu lama


Daftar pustaka
Shaugnnessy, J.John , Zechmeister, B.Eugene, dan Zechmeister, S.Jeanne. 2007. Metodologi penelitian psikologi. Yogyakarta : Pustaka Belajar

Kamis, 07 Juni 2012

pada hari senin, 4 juni 2012 mahasiswa fakultas psikologi univ. pancasila melakukan simulasi wawancara melamar pekerjaan. simulasi wawancara ini diadakan di lab psikologi. simulasi wawancara berlangsung selama kurang-lebih 2 jam. Terdapat beberapa kelompok yang mencoba untuk mengikuti simulasi wawancara ini. Dalam satu kelompok terdapat 3 orang. 1 orang sebagai interviewer utama, 1 orang sebagai second interviewer yang bertugas untuk memantau dan menambahkan apabila terdapat point-point yang kurang dalam sesi wawancara , dan 1 orang lagi sebagai interviewee. Interviewee membawa CV (curriculum vitae) yang nantinya akan diberikan pada interviewer untuk dipelajari. Interviewer bertanya kepada interviewee tentang CV-nya dan interviewee menjawabnya sesuai dengan apa yang telah ditulisnya.   

Jumat, 18 Mei 2012

 Observasi 

Pada hari sabtu, 12 mei 2012 pada pukul 16.00 WIB mahasiswa fakultas psikologi dan fakultas teknik mengikuti kegiatan permainan yang dipimpimpin oleh dosen kami yaitu mas seta wicaksana dan kawan-kawan. sebelum kami bermain, kami dibagi menjadi 4 kelompok. masing-masing kelompok memiliki nama kelomok dan yel-yel. permainan-permainan yang kami lakukan adalah :

1. Water transfer 
 Dalam permainan ini kami harus memindahkan 2 botol yang berisi air penuh tanpa menumpahkan airnya  dengan media nya yaitu terpal. Saya dan kelompok saya telebih dahulu menyusun strategi yaitu kami memegang terpalnya kuat-kuat, kemudian pelan-pelan diangkat lalu jalan menuju garis finish. awalnya kami mengalami kesulitan, tetapi setelah beberapa kali mencoba akhirnya kami bisa memindahkan botol berisi air tersebut ke garis finish. dalam permainan ini leadership dan kerjasama sangat dibutuhkan. Si pemimpin harus mengarahkan dengan baik anggota lainnya dan sesama anggota anggota harus saling bekerjasama.

2. Si Buta
 Dalam permainan ini, seluruh/setiap  anggota kelompok harus dapat melewati lintasan yang disediakan dengan mata tertutup. Dalam permainan ini terdapat navigator; yaitu orang yang menunjukkan arah tetapi tidak boleh berbicara (mengeluarkan suara). Obsever; yaitu orang yang menerjemahkan sandi-sandi atau kode-kode yang diberiakan oleh navigator. Anggota kelompok harus memperhatikan dengan baik apa saja yang dikatakan oleh observer.

3. Mini nuklir
   Dalam permainan ini kami harus memindahkan bola berwarna ke tempat/wadah yang warnanya sesuai dengan warna bola. Media yang digunakan adalah tali. Dalam permaninan ini leadership dan perencanaan (planning)  yang baik sangat diperlukan. Untuk memecahkan suatu permasalahn, sebaiknya dilakukan perencanaan yang baik terlebih dahulu, perhitungan yang matang sangat diperlukan dalam menyelesaikan suatu permasalahan.     

 

Sabtu, 24 Maret 2012

Pengukuran

Pembuatan alat ukur  à inventori
                                            à sikap

Sebuah alat test harus memiliki kesesuaian norma perkembangan manusia . sebuah  alat test juga harus memperhatikan kesesuaian karakter perkembangan manusia.  aspek  perkembangan manusia yaitu:  biologis, kognisi, dan sosioemosional
Tujuan dalam pengukuran adalah untuk membandingkan satu individu dengan individu lainnya, sehingga apabila terdapat masalah maka akan segera ditangani. Dalam pengukuran kita dapat melakukan intervensi dan juga berdasarkan keilmuan. Apabila pengukuran dilakukan secara massal, maka pendekatan yang paling tepat adalah kuantitatif, sedangkan apabila pengukuran tidak dilakukan secara massal, maka pendekatan yang paling tepat adalah kualitatif.

IQ à Mengenai akademik individu. 
EQ dan SQ à membahas “VALUE” yang dimilki oleh individu.

Alat-alat test dalam psikologi industri mencakup :  
·         Inteligensi
·         Inventory
·         Grafis    



Yang ingin dicapai dalam pengukuran psikologi industri yaitu :
Knoledge     à           (pengetahuan )
Skill                à           (keterampilan)
Attitude       à           (sikap)
Other            à           (personality)

Knowledge dan skill mudah sekali untuk diukur karena aspek-aspek ini cenderung tampak pada sikap dan perilaku individu dalam kesehariannya.
Attitude yang diukur dalam PIO yaitu :
·         Sistematika kerja
·         Kecepatan kerja
·         Sikap kerja
·         Keterampilan bekerja

Suatu test juga sebaiknya memperhatikan Culture Free yaitu suatu test harus dapat dipahami oleh seluruh negara di dunia, jadi suatu test sebaiknya dapat bersifat universal agar hasilnya semakin valid dan reliable. Test dengan culture free biasanya berupa bentuk-bentuk dasar dan gambar-gambar yang dapat dipahami oleh seluruh individu di dunia.  

Rabu, 14 Maret 2012

about psychodiagnostic

Dalam ilmu psikologi yang menjadi subyeknya adalah manusia. Aspek-aspek yang diukur dalam psikologi diantaranya :



·         Perilaku
Issue yang terkait dengan perilaku yaitu Nature vs Nurture. Issue nature mengatakan bahwa perilaku ditentukkan oleh faktor gen/keturunan. Issue nurture mengatakan bahwa perilaku ditentukan oleh lingkungan. Nurture melibatkan social influence dan significant other yaitu pengaruh individu-individu lain yang berada di lingkungan tersebut. Apabila nature dan nurture saling mempengaruhi, maka akan terjadi proses learning/belajar yaitu proses dimana manusia beradaptasi dengan lingkungan yang sifatnya dinamis. Proses belajar meliputi knowledge, skill, attitude,dan  personality. Cara untuk mengukur perilaku yang paling mudah adalah dengan metode observasi. 

·         Motif
Motif merupakan salah satu bagian dari sikap dan perilaku. Apabila individu menunjukkan perilaku dan sikap tertentu, maka belum tentu individu tersebut memiliki motif yang sama dengan individu lain yang  juga menunjukkan sikap dan perilaku yang sama. Dalam psikologi, motif individu dalam bersikap dan berperilaku dipelajari.



Metode dalam Psikodiagnostik:
Dalam melakukan suatu diagnosa psikologis ada beberapa urutan kerja yang harus diperhatikan:

1. Mengumpulkan dan mendapatkan data
2. Menganalisis data.
3. Mengambil kesimpulan, meliputi deskripsi subjek beserta diagnosa dan prognosa.

Garis besar dalam Psikodiagnostik:
a. Observasi: (partisipan/non)
b. Pengumpulan bahan2 permainan (barang pribadi, puisi, gambar)
c. Riwayat hidup:
   c.1. auto anamnesa : dari dalam diri individu
   c.2. allo anamnesa : dari luar diri sendiri
d. Angket / kuesioner
e. Wawancara
f. Test